AKU BEGINI KARENA CINTA





Baca juga:
JIWAKU MATAHARIKU

Dihatiku ada sebuah lubang.
Lubang yang sangat dalam dan bernama kebencian. Lubang yang bak selaksa halilintar Mengguntur dalam pekat gulita..... Lubang yang bergemuruh seperti tornado. Namun, tahukah engkau...??  Bahwa ditepian lubang itu bertabur sejuta cinta. Merah jambu warnanya. Cinta yang menikahi suara mengguntur Bergemerincing laksana denting-denting lonceng mungil itu... Cinta yang bercumbu mesra dengan pesta angin tornado. Mari....dengarkanlah luapan benci hatiku, Benci yang nisbi, Benci yang banci. Banci karena aku juga mencintai Apa yang aku benci, seumpama aku benci pada pagi. Sebab pagi adalah awal kesibukan hari-hari yang membuat penat diri. Namun tahukah kau ,aku juga cinta pagi Karena pagi berarti cicit burung bernyanyi Dan udara yang tanpa polusi. Separti Aku benci pada siang,karena mataharinya membuat kulit terpanggang Dalam perjuangan yang membuat hati terbakar. Tapi percayalah, aku pun cinta siang,sebab siang berarti terang Dan membuat hatiku jadi benderang. Seperti aku benci pada malam,Karena malam adalah keheningan Dan keheningan adalah kesepian. Tapi sungguh, aku cinta malam Sebab malam berarti bintang Tempatku menaruh harapan. Lalu ... aku benci kau, Sebab dirimu adalah shinta. Shinta yang memiliki ribuan cinta dan dibawa lari oleh rahwana. Namun dengarlah, aku juga cinta kamu,karena shinta tetaplah shinta bagi Arjuna. Akhirnya ... Aku benci diriku, Karena aku kristal kaca yang rapuh Dipenuhi ego, marah, benci, dendam, takut, sendu Tapi aku yang paling tahu, aku. Dan aku juga cinta aku. Sebab di hatiku ada cinta. Cinta yang akan terus berakar hingga raga terimbun tanah. CINTA MERAH JAMBU namanya.
Baca juga:
Marbun terduga pembunuh veriona gultom tertangkap

Comments

loading...
loading...