SLAMAT TINGGAL MASA LALU



setelah kemarin kegelapan demi kegelapan kulalui.
Ombak ombak pasang ku arungi
Tanpa berharap sebuah peristirahatan.

Hal yang aku takutkan Saat ku tersadar adalah;

Aku yang terbiasa dengan sunyi,
Terlatih dengan pedih
Mengikuti nasib dengan kata hati
Sudah menjadi tonggak perih.

Inilah yang aku takutkan saat aku tersadar nanti;

Teguh ku goyah
Langkah ku hilang arah
Hati ku lemah
Nafasku lelah
Dan
Sandaran ku patah.

Jangan biarkan melemah wahai Tuhan
Jangan biarkan aku dengan terbiasaku menangis.

Jangan izinka aku terpuruk wahai junjungan..
Jangan hadir kan rintih

Jadikànlah aku seperti semula...
Terpancar tegar, walau
Saat ku legam terpanggang.
Walau saat nasibku kau tantang.

Tanpa rasa haru
Tanpa cemburu
Tanpa keluh

Dan

Ku iningin inilah yang harus ku kejar saatku tersadar;

Dikibarkannya layar
Kuraih pilar pilar.
Sebab sendiri adalah takdir
Dan akulah sang nadir.

Tuhan....
Bersama malaikat dan bintang-bintang
Tuntunlah nahkoda ku dengan utusan angin angin.
Sampaikanlàh jiwaku didermaga istana Tuhan.
Agar kusampaikan pada perih...
SELAMAT TINGGAL MASA LALU.
Baca juga:
AKU TIDAK BERSALAH

Comments

loading...
loading...