loading...
Skip to main content

TUHAN vs SAINS



"Argumen penulis"

Tampaknya segala hal yang berada didalam ruang dan waktu memiliki sebuah permulaan.

Dan pada faktanya segala yang berada dalam ruang dan waktu itu sifatnya bisa ditebak, yaitu;"akibat yang terjadi adalah timbul dari sebuah sebab,itu pasti". Dan hukum-hukum sains juga menunjukkan bahwa benda-benda yang selalu terlihat seakan-akan sama sepanjang hidup kita,nyatanya berubah, seperti contohnya matahari,bulan dan bintang. pada kenyataannya kedua-duanya semakin lama semakin redup dan pada contoh bintang; ia banyak yang gugur atau jatuh yang lebih kita kenal dengan istilah meteor.

Matahari menggunakan bahan bakarnya sebanyak jutaan ton setiap detik – untuk itu matahari tidak dapat bertahan selamanya karena matahari itu memiliki bahan bakar terbatas berupa gas helium dan fusi nuklir menurut sains,itu artinya suatu saat matahari akan padam dengan sendirinya.maka berangkat dari itu matahari haruslah memiliki sebuah permulaan karena memiliki akhir.

Hal yang sama dapat terbukti benar untuk alam semesta secara keseluruhan juga.

Hal ini menjadi bukti yang kuat bagi penulis untuk mengatakan bahwa "Maha pencipta itu pasti ada" tetapi dia tidak 100% seperti yang dikatakan oleh Kitab dan dpgma-dogma agama.penulis menemukan bahwa maha Pencipta itu terbukti sejalan dengan sains tetapi sifatnya kontradiksi dengan isi kitab dan dogma agama.

Baca juga:

Bukti seperti apa yang kita harap bisa ditemukan apabila memang Tuhan yang dinyatakan dalam kitab agama sebagai pencipta segala sesuatunya dan tidak terbatas itu adalah nyata tetapi kontradiksi dengan ilmu pengetahuan dan sains..?

Disini penulis akan coba ulas dengan bukti dan sains.

A.MEMBUKTIKAN ADANYA MAHA PENCIPTA. Bukan saja hanya membuktikan eksistensi Maha pencipta, bahkan disini kita bisa mengenali pekerjaan tangan Sang Pencipta yang Maha Kuasa itu dan tak dapat disangkal(Omnipotent).



(Simak dengan baik dengan menggunakan logika yang sehat dan terbuka)



1.Karena Maha pencipta itu memiliki inteligensi (pengetahuan) tanpa batas.

Loh... Bagaimana anda tau..? Untuk dapat mengenali pekerjaan inteligensi, pertama-tama kita harus mengetahui bagaimana mengenali bukti-bukti dari karya inteligensi.



Bagaimana Kita Dapat Mengenali Bukti Dari Sebuah Inteligensi tersebut?



Begini...

Ketika para ilmuwan  menemukan peralatan-peralatan purba yang terbuat dari batu bersamaan dengan tulang-belulang di dalam sebuah gua? Peralatan dari batu tersebut menunjukkan tanda-tanda inteligensi. Para ilmuwan mengenali bahwa peralatan tersebut tidak dapat mendesain diri mereka sendiri, atau sebuah batu tak dapat membentuk dirinya sendiri menjadi sebuah peralatan atau alam tidak dapat mendesain peralatan yang sedemikian komplek, tetapi merupakan sebuah produk dari sebuah karya inteligensi mahluk yang hidup. Dalam hal ini tentunya manusia dizaman purba.



Dengan cara yang sama, orang tidak akan menganggap Tembok Besar Cina, atau U.S Capitol Building di Washington D.C, atau Rumah Opera Sydney di Australia lalu menyimpulkan bahwa struktur tersebut terbentuk setelah adanya ledakan-ledakan dari sebuah gunung tanah liat.

Demikian juga tidak akan ada seorangpun yang percaya bahwa itu merupakan hasil dari erosi selama jutaan tahun.

Kenapa..? Karena manusia dapat mengenali desain, sebagai bukti dari sebuah karya inteligensi. Kita melihat benda buatan manusia yang berada di sekitar kita seperti mobil, pesawat, komputer, stereo, rumah, peralatan dan sebagainya. Dan tidak akan ada orang yang mengatakan bahwa benda-benda tersebut hanyalah merupakan hasil dari waktu dan kebetulan. Desain ada dimana-mana. Tidak akan pernah tercetus dalam pikiran kita bahwa logam, hanya dengan dibiarkan saja, akan terbentuk dengan sendirinya menjadi mesin, transmisi, roda, dan semua bagian rumit lainnya yang dibutuhkan untuk menghasilkan sebuah mobil bukan..??

ini semua desain/rancangan sebuah inteligensi.



“Argumentasi tentang desain” ini sering kali diasosiasikan dengan nama William Paley, seorang pendeta Anglikan yang menulis mengenai topik ini di akhir abad ke-18. Ilustrasi yang paling diingat orang adalah cerita tentang jam dan pembuat jam. Dalam mendiskusikan perbandingan antara sebuah batu dan jam, dia menyimpulkan bahwa “jam haruslah memiliki seorang pembuat jam; yang harus ada pada suatu waktu dan tempat, seorang pengrajin atau beberapa pengrajin, yang membentuknya sesuai dengan tujuannya; yang mengerti konstruksinya dan mendesain penggunaannya.”



Paley selanjutnya mempercayai bahwa, seperti jam tersebut yang mengimplikasikan sang pembuat jam, begitu juga desain dalam benda hidup melambangkan sang Pembuat kehidupan.

Tetapi walaupun dia percaya kepada Tuhan yang telah menciptakan segala sesuatunya, Tuhan yang dia yakini itu adalah seorang Perancang Besar yang sekarang terpisah jauh dari ciptaan-Nya, bukan Tuhan yang dekat seperti yang agama-agama didunia ini ajarkan.



2.Mahluk Hidup Menunjukkan Bukti-Bukti Sebuah Desain!



 “dalam tubuh manusia ada tiga pon otak yang sepanjang kita tahu, merupakan benda yang paling kompleks dan tersusun rapi di alam semesta.”

Otak bahkan jauh lebih kompleks dari komputer yang paling rumit yang pernah dibuat. Bukankah sangat logis untuk mengasumsikan bahwa apabila computer adalah hasil desain otak manusia yang ber-inteligensi tinggi, maka otak manusia juga merupakan hasil dari sebuah desain ber-inteligensi tinggi atau mungkin tak terbatas?



Para ilmuwan banyak yang menolak konsep akan adanya Tuhan sang Pencipta, tetapi mereka sepakat bahwa semua mahluk hidup menunjukkan bukti adanya desain sempurna pada mahluk hidup.

kenapa..?

Mengapa mereka mengakui desain tetapi tidak mengakui sang desainer. Apakah mungkin ada desain tanpa desainer..??

Bagi penulis itu karena konsep Tuhan yang para ilmuan pegang seutuhnya adalah dari konsep ketuhanan yang dimuat dalam kitab-kitab agama yang ada didunia saat ini.



Tingkat kecerdasan dan kompleksitas yang ditunjukkan oleh mesin otak manusia jika kita bandingkan bahkan dengan tegnologi manusia yang termutakhir pun akan tampak canggung bila kita bandingkan dengan desain otak manusia yang begitu sempurna.

Kita akan merasa begitu direndahkan, seperti perasaan manusia jaman batu yang diperhadapkan pada teknologi dari abad ke-21.

Pada praktiknya, penelitian di segala bidang fundamental di bidang biologi mengenai desain dan kompleksitas sedang diungkapkan pada tingkat dan kecepatan yang luar biasa.

Tidak ada keraguan sedikit pun, bahkan seorang ateis garis keras sekalipun mengakui bahwa pada mahluk hidup itu baik itu binatang maupun tumbuhan dan manusia yang hidup di planet kita ini nyata adalah sebuah karya atau desain dari sebuah inteligensi.

Lalu siapakah sang desainer itu..??

Maka inilah yang penulis katakan sang maha pencipta tetapi bukan Tuhan yang  agama-agama dunia saat ini ajarkan.

sebagian orang akan menanyakan pertanyaan yang nampaknya terlihat logis: “Siapa yang menciptakan Tuhan?”

untu jawaban ini.. penulis sudah mengatakannya tadi diawal pembukaan artikel ini  dengan sangat jelas bahwa Sang pencipta berada di luar ruang dan waktu karena ruang dan waktu juga adalah ciptaanya jadi tak mungkin pencipta ada didalam ciptaannya.

Sedangkan hukum sebab akibat hanya terjadi didalam lingkup ruang dan waktu.

Dia adalah kekal, tanpa permulaan maupun akhir dan memiliki inteligensi tanpa batas.


Comments