ARGUMEN TENTANG KONSEP TUHAN







Argumen penulis dalam artikel ini bukanlah argumen yang menyatakan bahwa maha pencipta itu tidak ada.


Tetapi argumen-argumen penulis ini adalah membuktikan bahwa konsep ketuhanan yang katanya adalah sang maha pencipta didalam buku-buku kitab agama-agama yang ada sekarang ini adalah kontradiksi.


Jadi Artikel ini membahas konsep Tuhan dalam kitab suci bukan tentang eksistensi Maha pencipta.


Dan bukan Tentang ada atau tidak adanya Maha pencipta.

BACA JUGA







Berikut ulasannya:
pembuktian dengan argumen bahwa Konsep Kitab suci semua Agama yang ada saat ini itu  adalah hoax.


Mari kita tinjau dari deskripsi mayoritas kitab suci tentang Tuhan.


Melalui sifat-sifatnya.


Ada kesamaan konsep Tuhan yang diagungkan agama-agama mayoritas saat ini.


Dengan menggunakan Logika, kita bisa membuktikan bahwa konsep tuhan yang sering diajukan memiliki kontradiksi.


Ini berarti kalau pun Tuhan itu ada, pastinya Dia tidak seperti yang digambarkan sesuai konsep berikut:
1. Maha-Kuasa.


2. Maha-Kasih.


3. Maha-Tahu.


4. Maha adil.
Epicurus, seorang filsuf Yunani memiliki ungkapan terkenal ,dalam bukunya yang berjudul:

“Epicurus’ Problems of Evil”

dia menulis ungkapan yang cukup terkenal pada masanya.

ungkapan itu  kurang lebih berbunyi demikian;

"Kalau Tuhan sanggup tetapi tidak mau menghilangkan penderitaan manusia, maka dia jahat.

Kalau Tuhan mau tetapi tidak sanggup menghilangkan penderitaan, maka dia tak maha kuasa.

Kalau Tuhan sanggup dan mau menghilangkan penderitaan, maka penderitaan tidak seharusnya ada.

Kalau Tuhan tidak mau dan tidak sanggup menghilangkan penderitaan, kenapa disebut Tuhan?”
Jawaban paling logis dari pertanyaan Epicurus di atas adalah;


“Karena tuhan tidak tahu kalau ada penderitaan.”


Hanya saja atribut Tuhan Maha-Tahu yang juga diberikan kepada sosok tuhan dalam kitab suci agama-agama didunia, membuat jawaban logis diatas jadi terbantahkan karena label Maha tau.


ini berarti:


“Di dunia yang memiliki penderitaan tidak mungkin ada tuhan yang Maha-Kuasa sekaligus Maha-Baik sekaligus Maha-Tahu sekaligus Maha adil”


Andai pun ada sosok yang bisa dianggap tuhan, maka sosok itu entah tidak Maha-Kuasa, atau tidak Maha-Baik, atau tidak Maha-Tahu tetapi takkan bisa memiliki ke  semua sifat-sifat itu sekaligus karena akan bertentangan.
2. Maha-Adil.


Tetapi mengupahkan Neraka bagi orang yang tidak menyembah kepadanya/Kafir/Infidel/Non-Believer.


Sedangkan konsep adil adalah memberikan apa yang sepantasnya.

Dan adil adalah memberikan semua orang kesempatan yang sama.

(Yang menyembah dan tidak menyembah)
Keberadaan konsep “Seluruh kafir pasti masuk neraka


” ini bertentangan dengan konsep Keadilan, apalagi pada konsep Maha-Adil akan sangat bertentangan.


Karena Maha adil mestinya lebih adil daripada adil saja.


Contoh:


Tidak ada orang yang setuju bahwa “Pencuri Ayam yang TIDAK KENAL Hakim dihukum 1 tahun penjara.

sedangkan Pencuri Ayang yang KENAL Hakim dibebaskan”  apakah itu adil...??

Mengenal sang Hakim mestinya tidak lantas merubah hukuman atas apa yang diperbuat seseorang itu yang adil.

justru konsep “Keringanan hukuman karena kenal dengan Hakim” adalah salah satu konsep yang paling ditentang, yaitu Nepotisme.
Jadi konsep “seseorang yang percaya masuk surga, walaupun dia membunuh orang.

sedangkan orang lain yang tidak percaya, walaupun dia juga membunuh orang”

bukanlah keadilan, melainkan Nepotisme.

Dalam sistem yang adil, maka kedua orang tersebut haruslah mendapat perlakuan yang sama, sama-sama masuk neraka atau sama-sama masuk surga.
Bagaimana jika ada hukum bahwa “Hanya Jika orang percaya maka dia masuk surga, tidak peduli apapun perbuatannya, dan hanya Jika orang tidak percaya maka dia masuk neraka, tidak peduli apapun perbuatannya”?
Sekali lagi ini juga menyalahkan konsep Keadilan, karena kesempatan masing-masing orang untuk percaya tidaklah sama besar.

Seperti kita ketahui, setiap daerah dan jaman memiliki agamanya masing-masing.

Karena agama Anda, 90% berasal dari keluarga Anda, dan 9% dari lingkungan Anda dibesarkan.
Kalau kebetulan Anda lahir di keluarga yang benar dan lingkungan yang benar, maka ada 99% kemungkinan Anda menganut agama yang benar.

Kalau kebetulan Anda lahir di keluarga yang salah dan lingkungan yang salah, maka ada 99% kemungkinan Anda menganut agama yang salah. Dan artinya 99% kemungkinan Anda masuk neraka. Ini tentunya tidak adil karena hanya 1 persen saja masuk neraka.

Seharusnya semua orang memiliki kesempatan yang sama besar untuk mengenal agama yang benar, kalau memang ada.
Konsep tersebut adalah konsep yang paling banyak dipakai dalam menggambarkan tuhan.


Walaupun penulis tidak menutup kemungkinan bahwa Tuhan itu ada tetapi bagi penulis Tak satupun Konsep-konsep dalam kitab yang ada sekarang itu benar, dan bagi penulis sendiri semua itu hanya prodak ciptaan imajinasi manusia belaka yang dicampur dengan cerita-cerita dongeng dimasa lampau.

Comments