Tuhan - Keberadaan Yang Kekal Dan Tidak Diciptakan





Tuhan - Keberadaan Yang Kekal Dan Tidak Diciptakan


Sebelum lebih jauh kita bahas tentang argumen eksistensi Tuhan, dalam artikel kali ini, penulis coba lagi untuk menjelaskan bahwa penulis bukan penyangkal Maha pencipta dan bahkan penulispun meyakini bahwa Pencipta itu pastilah ada hanya saja "Dia" tidak 100% seperti yang kitab suci agama-agama dunia saat ini katakan.
untuk masuk dalam maksud penjelasan ini penulis sudah pernah membahas ini di artikel yang berjudul.




Mari kita lihata dalam pengalaman sehari-hari kita, nampaknya segala hal memiliki sebuah permulaan. dan pada faktanya, hukum sains juga menunjukkan bahwa benda-benda yang selalu terlihat sama sepanjang hidup kita, seperti matahari dan bulan, pada kenyataannya semakin lama akan semakin habis. 
Matahari menggunakan bahan bakarnya sebanyak jutaan ton setiap detik – untuk itu karena matahari tidak dapat bertahan selamanya, maka matahari haruslah memiliki sebuah permulaan. Hal yang sama dapat terbukti benar untuk alam semesta secara keseluruhan.


Jadi ketika orang  menyatakan bahwa Tuhan yang terdapat dalam kitab telah menciptakan segala wujud dasar dari kehidupan dan alam semesta, sebagian orang akan menanyakan pertanyaan yang nampaknya memang terdengar logis: “Siapa yang menciptakan Tuhan?”



Ayat yang paling pertama dalam kitab-kitab setia agama didunia yang ada saat ini utamanya agama aliran abramis menyatakan: “Pada mulanya Allah . . .” Tidak ada usaha apapun dalam kata-kata ini untuk membuktikan keberadaan Allah atau mengindikasikan dalam cara apapun juga bahwa Allah memiliki sebuah permulaan. Pada faktanya, kitab-kitab itu menyatakan di berbagai bagian dengan sangat jelas bahwa Allah itu berada di luar waktu. Dia adalah kekal, tanpa permulaan maupun akhir. Dia juga mengetahui segala sesuatunya, karena Dia memiliki inteligensi tanpa batas.



Tetapi, apakah masuk akal apabila kita membiarka dan menerima eksistensi dari suatu keberadaan yang kekal seperti itu dengan begitu sajatanpa memahami bagaimana itu bisa? Atau Dapatkah ilmu pengetahuan saat ini, yang telah menghasilkan teknologi berupa komputer, pesawat luar angkasa, dan segala perkembangan medis, mengijinkan adanya pemikiran seperti itu tanpa kontradisi dengan pembuktian sains yang nyata?



1.Apa Yang Akan Kita Cari?



Bukti seperti apa yang kita harap bisa ditemukan apabila memang Tuhan yang dinyatakan dalam kitab-kitab itu katakan sebagai pencipta segala sesuatunya dan tidak terbatas itu adalah nyata? Bahkan, bagaimana kita bisa mengenali pekerjaan tangan Sang Pencipta yang Maha Kuasa (Omnipotent) itu?



Dinyatakan bahwa Tuhan mengetahui segala sesuatunya - Dia maha Tahu (Omniscient)!



Untuk alasan itu, berarti Tuhan memiliki inteligensi tanpa batas. Jadi untuk dapat mengenali pekerjaan tangan-Nya, kita harus mengetahui bagaimana kita mengenali bukti-bukti dari karya inteligensi Tuhan.



2.Pertama-tama kita harus faham dulu Bagaimana Kita Dapat Mengenali karya Dari Sebuah Inteligensi?



Contoh: Para ilmuwan begitu bersemangat ketika mereka menemukan peralatan dari batu bersamaan dengan tulang-belulang di dalam sebuah gua dalam penemuan artefak.Peralatan-peralatan yang terbuat dari batu tersebut menunjukkan tanda-tanda adanya karya dari buah inteligensi. Dan para ilmuwan menyadari bahwa peralatan-peralatan tersebut tidaklah dapat mendesain diri mereka sendiri, tetapi merupakan sebuah produk dari sebuah karya inteligensi. Untuk itu, para ilmuwan langsung menyimpulkan bahwa ada mahkluk dengan inteligensi yang bertanggung jawab membuat peralatan tersebut.



Dengan cara yang sama, orang tidak akan melihat Tembok Besar Cina, atau U.S Capitol Building di Washington D.C, atau Rumah Opera Sydney di Australia lalu menyimpulkan bahwa struktur tersebut terbentuk setelah adanya ledakan-ledakan dari sebuah pabrik batu bata lalu tersusunlah semua itu dengan sendirinya.

Demikian juga tidak akan ada seorangpun yang percaya bahwa monumen kepala presiden yang ada di Pegunungan Rushmore saat ini adalah merupakan hasil dari erosi selama jutaan tahun. Kenapa...?? itu karena Kita dapat mengenali desain, sebagai bukti dari sebuah karya inteligensi. Atau seperti Kita melihat benda buatan manusia yang berada di sekitar kita hampir setiap hari,seperti mobil, pesawat, komputer, stereo, rumah, peralatan dan sebagainya. Dan tidak akan ada orang yang mengatakan bahwa benda-benda tersebut hanyalah merupakan hasil dari produk waktu dan kebetulanat aupun evolusi alam. Desain ada dimana-mana. Tidak akan pernah tercetus dalam pikiran kita bahwa logam, hanya dengan dibiarkan saja, akan terbentuk dengan sendirinya menjadi mesin, transmisi, roda, dan semua bagian rumit lainnya yang dibutuhkan untuk menghasilkan sebuah mobil yang utuh.



“Argumentasi tentang desain” ini sering kali diasosiasikan dengan nama William Paley, seorang pendeta Anglikan yang menulis mengenai topik ini di akhir abad ke-18. Ilustrasi yang paling diingat orang adalah cerita tentang jam dan pembuat jam. Dalam mendiskusikan perbandingan antara sebuah batu dan jam, dia menyimpulkan bahwa “jam haruslah memiliki seorang pembuat jam; yang harus ada pada suatu waktu dan tempat, seorang pengrajin atau beberapa pengrajin, yang membentuknya sesuai dengan tujuannya; yang mengerti konstruksinya dan mendesain penggunaannya.”



Paley selanjutnya mempercayai bahwa, seperti jam tersebut yang mengimplikasikan sang pembuat jam, begitu juga desain dalam benda hidup melambangkan sang Pencipta. Walaupun dia percaya kepada Tuhan yang telah menciptakan segala sesuatunya, tetapi Tuhannya adalah seorang Perancang Besar yang sekarang terpisah dari ciptaan-Nya, bukan Tuhan yang dekat seperti dalam kitab-kitab itu katakan.



Tetapi bagaimanapun juga, sebagian besar populasi hari-hari ini, termasuk banyak ilmuwan terkemuka, percaya bahwa semua tumbuhan dan mahluk hidup, termasuk para insinyur dan pandai jam, mobil, dan sebagainya merupakan hasil dari proses evolusi - bukan oleh Tuhan sang Pencipta.
Namun hal ini bukanlah suatu posisi yang dapat dipertahankan juga, seperti contoh yang akan kita lihat berikut ini.



A. Mahluk Hidup Menunjukkan Bukti-Bukti Sebuah Desain!



Almarhum Isaac Asimov, seorang anti-creationist garis keras menyatakan, “dalam tubuh manusia ada tiga pon otak yang sepanjang kita tahu, merupakan benda yang paling kompleks dan paling tersusun rapi di alam semesta.”Otak bahkan jauh lebih kompleks dari komputer yang paling rumit yang pernah dibuat. Bukankah sangat logis untuk mengasumsikan bahwa apabila computer adalah hasil desain otak manusia yang ber-inteligensi tinggi..? Berangkat dari itu maka otak manusia juga haruslah merupakan hasil dari sebuah desain. Lalu siapa pendesain itu?



Bahkan Para ilmuwan yang menolak konsep akan adanya Tuhan sang Penciptapun setuju dan sepakat bahwa semua mahluk hidup ini menunjukkan bukti adanya desain. Pada intinya, mereka menerima argumentasi desain menurut Paley tadi, tetapi tidak menerima Desainer yang dipercaya oleh Paley. Misalnya, Dr. Michael Denton, seorang dokter medis non-kristen dan seorang ilmuwan dengan gelar doktor di bidang biologi molekular, menyimpulkan:



" Hal ini merupakan sebuah kesempurnaan universal belaka, yaitu fakta bahwa ke mana saja kita melihat, sampai sedalam apapun kita melihat, kita menemukan sebuah keanggunan dan kecerdasan dari sebuah kualitas yang transenden, yang dengan demikian berlawanan dengan konsep kebetulan."



Di samping tingkat kecerdasan dan kompleksitas yang ditunjukkan oleh mesin molekuler kehidupan, bahkan artefak kita yang termutakhir pun akan tampak canggung. Kita merasa begitu direndahkan, seperti perasaan manusia jaman batu yang diperhadapkan pada teknologi dari abad ke-21.



Hal ini merupakan ilusi semata untuk berpikir bahwa apa yang kita ketahui saat ini adalah lebih dari sebagian yang sangat kecil dari desain biologis secara keseluruhan. Sementara pada praktiknya, penelitian di segala bidang fundamental di bidang biologi mengenai desain dan kompleksitas sedang diungkapkan pada tingkat dan kecepatan yang luar biasa.



Dr. Richard Dawkins, pemegang Charles Simonyi Chair of Public Understanding of Science dari Universitas Oxford, telah menjadi salah satu juru bicara evolusionis terkemuka di dunia. Ketenarannya merupakan hasil dari buku-buku yang diterbitkannya, termasuk The Blind Watchmaker (Pembuat Jam yang Buta), yang membela teori evolusi modern dan sekali lagi menyangkal gagasan tentang adanya Tuhan Sang Pencipta. Dia mengatakan, “Kami telah melihat bahwa mahluk hidup ‘didesain’ dengan terlalu indah dan terlalu mustahil bahwa keberadaan mereka muncul dari suatu kebetulan.”



Tidak ada keraguan sedikit pun, bahkan seorang ateis yang paling keras sekalipun mengakui bahwa desain itu nyata dalam binatang maupun tumbuhan yang hidup di planet kita ini. Bila Dawkins menolak adanya ‘kebetulan’ dalam desain, apa yang dapat menggantikan posisi ‘kebetulan’ bila ia tidak percaya akan adanya Tuhan Sang Pencipta?


Hahaha... Mari kita gunakan inteligensi dalam logika bukan percaya begitu saja pada sekumpulan catatan pada kitab dan tanpa memahami, agar kita tau siapa yang kita Yakini dan agar yang kita yakini itu tidak kontradiksi dengan kenyataan yang terjadi sehari-hari dan juga tidak bertentangan dengan pembuktian daripada sains. Sehingga ketika semua sudah menjadi sinkron maka kitapun tau bahwa yang kita yakini itu sudah yang benar karena sesuai dengan kenyataan dan pembuktian sains

BACA JUGA








Comments