ANGKARA MURKA
loading...
Langsung ke konten utama
loading...

ANGKARA MURKA



Dulu aku berfikir....

Jika arah angin tak bisa kurubah,tapi mungkin aku bisa menata layarku terkembang hingga tertiuplahlah perahuku kearah tujuanku.

Dulu aku yakin....

Walau putaran waktu tak dapat kuhentikan,tapi aku bisa berlari untuk setidaknya mengikuti arah langkahnya.

Satu keinginan terbesar dalam benakku adalah;ingin mengajarkanmu tentang arti hidup dan kehidupan,tentang menjadi manusia yang manusiawi,tentang tegar dan bijaksana.

Aku ingin engkau siap nak...

Menghadapi hidup yang tentu akan semakin brutal kedepan.

Tentang mengerti logis dan logika...

Dan tentang memahami dunia dan menghadapinya.

Aku ingin kau menjadi anak yang bijak,kuat,tangguh dan optimis.

Aku ingin kau mengerti canda tawa dan tangis.

Tapi dikisah nyata,layarku tak terkembang...

Membuat perahuku hilang arah tak menentu.

Langkah lariku tersandung hal-hal dari mereka yang tak kusangka-sangka.

Bermula saat ibumu membawamu pergi, mengikuti keinginan hatinya dan keluarganya.

Tinggallah aku yang tak mampu melawan takdir dan merubah kenyataan bahwa kau adalah anak ibumu.

Mereka merampasmu dariku tanpa peduli perasaan dan kasih sayangku dan juga pengorbanananku.

Mereka tak peduli pada keluguan hatimu yang masih belum faham arti hidup tanpa ayah.

Jujur nak.....

Aku hanya bisa terpaku lalu menangis sejadi-jadinya.

Rasa kesal,kecewa,sedih dan marah menyatu jadi satu.

Kini....

Ratusan hari telah kulalui dengan airmata dan rindu padamu.

Rasa ingin menemuimu dan memelukmu lagi selalu tumbuh subur dalam benakku meski itu membuat air mataku semakin berderai.

Mungkin sekarang kau sudah lupa pada sapaanku dulu padamu.

Mungkin kau sudah lupa semua tentang hal-hal yang biasa kita lakukan bersama, aku sedih untuk itu nak....!!

Tapi tak apa-apa.... Mungkin itu akan lebih baik daripada kau selalu teringat padaku lalu merindukanku, karena itu akan menyiksa batinmu.

Nak.... Jangan rindukan ayah.

Biar aku yang menanggung semua beban rindu dan duka meski itu sampai seumur hidupku.

Tapi aku bersumpah....

Takkan pernah kumaafkan mereka-mereka yang berperan menjauhkanmu dariku, aku bersumpah.

Aku bersumpah....

Keadilan Tuhanpun akan kupertanyakan bila nanti aku mati dengan membawa rindu dan air mataku.

Aku bersumpah....

Sorga sekalipun takkan sanggup menyenangkan hatiku bila dalam masa hidup inipun aku tak bahagia bersamamu.

Bagiku....

Neraka akan lebih indah...

Karena disana aku bisa menangis sejadi-jadinya sembari memaki mereka-mereka yang berbuat hatiku berantakan.

"Aku bersumpah"
BACA JUGA

Komentar

loading...
loading...