Berita pembunuh bayaran sergap polisi





Sekelompok pembunuh bayaran yang terdiri dari tujuh orang dilaporkan menyergap mobil polisi di kawasan pegunungan dan menewaskan empat orang di antaranya.

Baca juga:

Dalam video yang dilansir New York Post pada hari Selasa (25/12/2018), terdapat setidaknya tujuh anggota kelompok itu sedang bersantai disebuah hutan yang mengarah kejalan raya dengan membawa senjata lengkap, dalam video yang di unggah kelompok itu sedang bergurau dan bercanda. "Komandan polisi, kami akan datang kepadamu," kata si perekam.
"Kami akan membunuh polisi negara bagian di sini. Sebab, mereka berani mendekatkan hidung mereka ke bisnis kami," lanjut si perekam.
Lalu adegan berganti di mana mereka sudah bersiap-siap dengan senapan mesin dan memberondong sebuah SUV hitam yang sedang melintas.
SUV itu banting setir ke arah kiri dan terguling dengan salah seorang anggota polisi sempat terlontar, namun dia berhasil berlindung ke sisi sebelah tembok tanah.
Baku tembakpun berlangsung selama sekitar 55 detik dengan empat anggota polisi tewas dalam penyergapan tersebut. Sementara polisi kelima berhasil menyelamatkan diri.

Klik Disini jika ingin menonton videonya.

Dari harian setempat El Universal mengabarkan, insiden penyergapan itu berlangsung di Almoloya de Alquisiras, sekitar 140 km dari Mexico City pada 28 Oktober lalu.
Para pembunuh bayaran atau sicario itu merupakan bagian dari La Familia Michoacana, sebuah kartel narkoba dan organisasi kriminal di Negara Bagian Michoacan.
Seperti diketahui Familia Michoacana adalah persatuan kejahatan terorganisir dan kartel narkoba yang berpusat di negara bagian Michoacán, Meksiko.
Yang setelah bersekutu dengan kartel Teluk sebagai bagian dari Los Zetas, kelompok inipun berpisah pada 2006 untuk mendirikan organisasinya sendiri.
Mitra bisnis utama kartel adalah José de Jesús Méndez Vargas , Servando Gómez Martínez dan Dionicio Loya Plancarte , yang masing-masing dalam keadaan tidak aktif.
Polisi menerangkan, mereka sudah menahan salah satu dari tujuh sicario itu, dan video tersebut merupakan bagian dari bukti untuk menjerat kelompok itu.
Kini, polisi berujar penyelidikan tengah dilaksanakan untuk mencari tahu bagaimana video tersebut bisa tersebar di dunia maya.

Baca juga:

Komentar

loading...
loading...