CYRUS THE GREAT : Kores yang agung





Koresh yang Agung
Koresh Agung (atau Koresy Agung; bahasa Inggris: Cyrus the Great) adalah pendiri Kekaisaran Persia. Ia memulai kariernya selaku pejabat rendahan di bagian barat daya Iran, dia mendapat banyak kemenangan lewat pertempuran dan menguasai tiga kerajaan besar yaitu; Media, Lydia dan Babilonia. Ia juga menyatukan hampir seluruh daerah Timur Tengah lama menjadi satu negara yang membentang mulai India hingga Laut Tengah. Raja ini disebut namanya dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen karena titahnya untuk mengembalikan orang-orang buangan, termasuk bangsa Yahudi, kembali ke tanah air masing-masing, serta mengizinkan orang-orang Yahudi membangun kembali Bait Suci di Yerusalem (Yesaya 45:13; 2 Tawarikh 36:22-23; Ezra 1:1-8). Titah itu ditulis antara lain dalam Silinder Koresh, yang ditulis tahun 539 SM dan saat ini disimpan di British Museum, London.

Baca juga:

1.Alexander agung terhebat sepanjang zaman.
2.Genghis khan panglima perang tanpa tanding.
3.Kaisar Napoleon bonaparte.

Awal kelahiran Cyrus.

Dalam buku Sejarah Cyrus Agung karya Jacob Abbot, diceritakan raja Median takut kepada keturunan putrinya. Bayi itu diberikan kepada pengikut setia, Harpagos, untuk dibunuh. Harpagos tidak tega melakukan perbuatan itu, sehingga ia memberikan bayi tersebut kepada seorang gembala (Mitridates). Dalam The Heritage of Persia, karya Richard N. Frye mengatakan terdapat kesamaan legenda kelahiran Cyrus the Great dengan Romulus dan Remus yang disusui oleh kerabat dekat anjing, yaitu serigala. Ketika Cyrus berusia 10 tahun, Harpagos dihukum oleh raja dengan hukuman yang keji, yang mana anak Harpagos dijadikan sajian hidangan utama di pesta Astyages. Cyrus kemudian kembali ke keluarganya Persia di mana ia dididik selama dua tahun sebelum kembali ke kerajaan Median.

Arti namanya sedang diperdebatkan, karena tidak diketahui apakah itu nama pribadi atau nama tahta yang diberikan kepadanya ketika ia menjadi penguasa. Patut dicatat bahwa setelah Kekaisaran Achaemenia nama itu tidak muncul lagi dalam sumber-sumber yang berkaitan dengan Iran, yang mungkin menunjukkan beberapa pengertian khusus dari nama tersebut.

Kebangkitan Persia di bawah Cyrus II
Dinasti yang berkuasa dari Persia yang telah menetap di FAR di Iran barat daya (mungkin Parsumash ...
Namun, sebagian besar sarjana setuju bahwa Cyrus the Great setidaknya merupakan yang kedua dari nama yang memerintah di Persia. Satu teks runcing dalam bahasa Akkadia — bahasa Mesopotamia (kini Irak) pada era pra-Kristen — menegaskan bahwa ia adalah
putra Cambyses, hebat raja , rajaAnshan , cucu dari Cyrus, raja besar, raja Anshan, keturunan dariTeispes , raja besar, raja Anshan, dari keluarga [yang] selalu [melaksanakan] kerajaan.
Bagaimanapun, jelas bahwa Cyrus berasal dari barisan panjang pemimpin yang berkuasa.

Sumber terpenting untuk hidupnya adalah sejarawan Yunani Herodotus .Biografi yang diidealkan oleh Xenophon adalah sebuah karya untuk membangun Orang Yunani berkepentingan dengan penguasa yang ideal, daripada sebuah risalah sejarah. Namun demikian, hal ini menunjukkan penghargaan yang tinggi di mana Cyrus diadakan, bukan hanya oleh rakyatnya sendiri, Persia, tetapi oleh orang Yunani dan yang lainnya. Herodotus mengatakan bahwa orang Persia menyebut Cyrus sebagai ayah mereka, sementara para penguasa Achaemenian belakangan tidak begitu dihormati. Kisah masa kecil Cyrus, seperti yang diceritakan oleh Herodotus dengan gema di Xenophon, dapat disebut Cyrus Legenda karena jelas mengikuti pola kepercayaan rakyat tentang kualitas hampir manusia super dari pendiri dinasti . Keyakinan serupa juga ada tentang pendiri dinasti - dinasti selanjutnya sepanjang sejarah Iran.

Menurut legenda , Astyages, raja dari Media dan maharaja Persia, memberikan putrinya dalam pernikahan dengan bawahannya di Persis, pangeran yang disebut Cambyses . Dari pernikahan ini Cyrus dilahirkan. Astyage , setelah bermimpi bahwa bayinya akan tumbuh untuk menggulingkannya, lalu memerintahkan agar Cyrus dibunuh.Namun penasihat utamanya, malah memberikan bayinya kepada seorang gembala untuk dibesarkan.
Ketika berusia 10 tahun, Cyrus, karena kualitasnya yang luar biasa, ditemukan oleh Astyages, yang, terlepas dari mimpi itu, dibujuk untuk mengizinkan bocah itu hidup.

1.Kudeta Kerajaan Media oleh Koresh.

Meskipun ayahnya, Cambyses I, mati tahun 551 SM, Koresh sudah memerintah sejak tahun 559 SM sebagai raja muda. Bersama panglima kerajaan Media yang membelot, Harpagus, Koresh memberontak terhadap raja Astyages mulai musim panas tahun 553 SM, dengan peperangan pertama pada awal tahun 552 SM. Harpagus dan Koresh merebut ibukota Media, Ekbatana, tahun 549 SM, dan menjadi raja atas seluruh tanah Media dan Persia. Raja Asyages diberi ampun dan dijadikan gubernur salah satu provinsi. Pada tahun 546 SM, Koresh resmi memakai gelar "Raja Persia". Pamannya, Arsames, yang menjadi raja kota Persepolis (Parsa) di bawah kerajaan Media, tampaknya dengan damai menyerahkan kekuasaannya kepada Koresh dan menjabat sebagai gubernur Parsa di bawah kekuasaan Koresh. Putra Arsames, Hystaspes (ayah dari Darius I), yang juga sepupu Koresh, dijadikan wakil raja (satrap) dari Parthia dan Phrygia. Jadi Koresh menyatukan kerajaan kembar Akhemeniyah yaitu Parsa dan Anshan menjadi Kekaisaran Persia. Arsames masih hidup saat cucunya Darius I menjadi raja Persia, setelah matinya kedua anak Koresh.
Penyerangan ke Kerajaan Lydia.
Saudara ipar Astyages, raja Kroesus dari Lydia, pertama-tama menyerang kota Pteria (sekarang di Turki), rupanya sebagai balas dendam atas kekalahan Astyages. Koresh membawa tentara untuk menyerang Pteria tahun 546 SM. Kroesus mundur ke Sardis, ibukotanya pada keesokan harinya. Koresh kemudian mengepung kota Sardis. Harpagus menasehatkan Koresh untuk menempatkan onta-ontanya di depan tentaranya. Kuda-kuda Lydia tidak terbiasa dengan bau onta, dan tentu akan menjadi takut, sehingga dengan begitu Koresh dapat mengalahkan tentara Lydia dengan mudah.
Koresh menangkap Kroesus dan menguasai kota Sardis. Menurut penulis sejarah Yunani, Herodotus, Koresh mengampuni Kroesus dan menjadikannya penasehat, namun menurut Tawarikh Nabonidus, raja Lydia dibunuh oleh Koresh.

2.Penyerangan ke Kerajaan Babilonia.

Diproyeksikan ke batas modern, kerajaan Achaemenid di bawah Koresh membentang dari Turki, Israel, Georgia dan Arabia di barat sampai ke Kazakhstan, Kyrgyzstan, Sungai Indus (Pakistan) dan Oman di timur. Persia menjadi kerajaan terbesar di dunia.
Tahun 540 SM, Koresh merebut Elam (Susiana) dan ibukotanya, Susan.
 Tawarikh Nabonidus mencatat bahwa sebelum perang itu, Nabonidus memindahkan patung-patung dewa ke dalam ibukota Babilon, sehingga diperkirakan perang dimulai pada musim dingin 540 SM. Harran Stelae H2 - A, dan Tawarikh Nabonidus (tahun ke-17) menunjukkan Nabonidus merayakan tahun baru Akitu pada tanggal 1 Nissanu (4 April 539 SM) di Babilon. Di awal Oktober 539 SM, Koresh mengalahkan tentara Babel dalam Perang Opis, dengan sungai Tigris, di utara Babilon. Tanggal 10 Oktober, kota Sippar jatuh tanpa perlawanan berarti. Tanggal 15 Oktober, Gubaru, panglima Koresh, memasuki ibukota Babilon, tanpa perlawanan berarti dari tentara Babel.Herodotus menjelaskan bahwa tentara Persia menggunakan danau yang dibuat oleh ratu Babel, Nitokris, tadinya untuk melindungi Babilon dari serangan kerajaan Media, untuk membelokkan aliran sungai Efrat ke dalam kanal sehingga tinggi air tinggal selutut. Ini memudahkan tentara Persia untuk masuk kota melalui sungai pada waktu malam. Hal ini tidak berbeda dengan catatan dalam Kitab Daniel, bahwa raja Belsyazar dibunuh oleh tentara Persia pada waktu malam tanpa peperangan besar (Daniel 5:28). Pada tanggal 29 Oktober, Koresh masuk kota Babilon.


3.AKHIR HAYAT.

Tulisan kuneiform dari Babilon memberi bukti bahwa Koresh mati sekitar Desember 530 SM, yaitu dari tulisan terakhir mengenai pemerintahannya, (lempengan dari Borsippa tertanggal 12 Agustus 530 SM) dan referensi pertama mengenai pemerintahan putranya, Cambyses II (lempengan dari Babilon tertanggal 31 Agustus 530 SM) yang menggantikannya sebagai raja.
Makam
Makam Koresh di Pasargadae, Iran, sebuah tempat pelestarian dunia (World Heritage Site) oleh UNESCO(2006).
Makamnya terletak di ibukota Pasargadae (dibangun sekitar 530 SM) yang masih ada sampai sekarang. Penulis sejarah, Strabo dan Arrian mencatat gambaran yang hampir sama tentang makam ini berdasarkan laporan Aristobulus dari Cassandreia, yang atas perintah Iskandar Agung (Alexander the Great) mengunjungi makam ini 2 kali. Menurut Plutarch, batu nisannya bertuliskan,
“O insan, siapapun engkau dan darimanapun engkau datang, karena aku tahu engkau akan datang, akulah Koresh yang memenangkan kerajaan untuk orang-orang Persia. Karenanya janganlah berkeberatan terhadapku akan sedikit tanah ini untuk menutupi tulang-tulangku".

4.Daerah kekuasaan pada puncak kejayaannya.

Kerajaan Media (wilayah Iran sekarang ini) dan provinsi Persis di barat daya Iran

Kerajaan Babilonia di Mesopotamia (wilayah Irak sekarang ini)

Suriah dan Palestina

Mesir

beberapa daerah di timur laut dari kerajaan Media (Asia Tengah), didapatnya dari menaklukkan Massage Tae, suku nomad yang hidup di Asia Tengah sebelah timur laut Kaspia

Kerajaan Lidia di Asia Kecil (wilayah Turki sekarang ini)

sebagian negara Pakistan dan Afganistan sekarang ini

Sedikit daerah India.


Baca juga:

1.Alexander agung terhebat sepanjang zaman.
2.Genghis khan panglima perang tanpa tanding.
3.Kaisar Napoleon bonaparte.

Comments

loading...
loading...