JULIUS CAESAR: Jendral hebat dalam sejarah dunia.



Gaius Julius Caesar
(Latin: C·IVLIVS·C·F·C·N·CAESAR)

Adalah seorang pemimpin militer dan politikus Romawi yang kekuasaannya terhadap Gallia Comatamemperluas dunia Romawi hingga Oceanus Atlanticus, melancarkan serangan Romawi pertama ke Britania, dan memperkenalkan pengaruh Romawi terhadap Gaul (Peranciskini), sebuah pencapaian yang akibat langsungnya masih terlihat hingga kini.

Julius Caesar bertarung dan memenangkan sebuah perang saudara yang menjadikannya penguasa terhebat dunia Romawi, dan memulai reformasi besar-besaran terhadap masyarakat dan pemerintah Romawi. Dia menjadi diktator seumur hidup, dan memusatkan pemerintahan yang makin melemah dalam republik tersebut.

Baca juga:


Caesar juga membantu Kekaisaran Roma dengan cara membentuk sebuah pasukan tentara swasta untuk memerangi raja Pontus pada 74 SM.


Caesar adalah sekutu Pompey, pemimpin Partai Rakyat yang amat disegani. Dia menjadi pemimpin partai setelah Pompey meninggalkan Roma pada 67 SM untuk memimpin pasukan Romawi di sisi timur.


Pada 63 SM, Caesar terpilih menjadi pontifex maximus atau "pendeta agung". Banyak yang menduga Caesar melakukan suap besar-besaran untuk mendapatkan jabatan tersebut.
Dua tahun kemduian, dia diangkat menjadi gubernur Spanyol dan pada 61 SM Caesar pulang ke Roma dengan ambisi menjadi seorang konsul.


Konsul adalah jabatan tertinggi di Republik Roma, diduduki dua orang politisi dengan masa jabatan masing-masing satu tahun.


Konsul ini menjadi komandan tentara, memimpin Senat dan melaksanakan dekrit Senat, serta mewakili negara dalam urusan luar negeri.


Caesar kemudian menciptakan sebuah aliansi politik yang disebut Triumvirat Pertama dengan Pompey dan Marcus Licinus Crassus, dua orang terkaya di Roma.


Akhirnya, ambisi politik Caesar terwujud dan pada 59 SM dia terpilih menjadi konsul.


Beberapa keputusannya, seperti reformasi tanah ditentang sebagian besar anggota Senat, tetapi membuatnya populer di kalangan rakyat.


Pada 58 SM, Caesar mendapatkan empat legiun tentara untuk ekspedisinya ke Galia dan Illyricum. Selama satu dekade berikutnya Caesar memperlihatkan kehebatannya dalam strategi militer untuk memperluas wilayah Romawi.
Di antara sejumlah keberhasilannya antara lain menaklukkan Galia (sekarang menjadi Perancis, Belgia, dan Luksemburg), membuat jalan raya di Inggris, dan mendapatkan kesetiaan legiunnya.


Namun, keberhasilan Caesar ternyata memicu kecemburuan di hati Pompey, salah seorang sekutu Caesar saat membentuk Triumvirat pertama.


Kecemburuan Pompey ini kemudian berujung para bubarnya aliansi politik dengan Caesar pada 53 SM.


Senat Roma mendukung Pompey dan meminta Caesar menyerahkan pasukannya. Permintaan Senat ini ditolak Caesar yang kemudian bersama pasukannya kembali ke Roma.
Pada Januari 49 SM, Caesar dan pasukannya melintasi Sungai Rubicon dari Galia menuju Italia. Dia kemudian menyatakan perang melawan Pompey dan pasukannya.


Awalnya, Caesar mendapatkan kemenangan dalam perang saudara ini dengan mengalahkan pasukan Pompey di Italia dan Spanyol. Namun, kemudian pasukan Caesar harus mundur hingga ke Yunani.


Pada Agustus 48 SM, saat dikejar pasukan Pompey, Caesar berhenti di di dekat kota Pharsalus di Tesalonika, Yunani dan mendirikan perkemahan di lokasi yang strategis.


Dengan taktik yang jitu, Caesar yang pasukannya lebih kecil bisa membinasakan pasukan Pompey yang jumlahnya lebih banyak.
Alhasil, Pompey kabur ke Mesir tempat dia kemudian dibunuh oleh seorang perwira militer Kerajaan Mesir.


Caesar kemudian terpilih kembali menjadi konsul. Namun, sebelum kembali ke Roma dia terlebih dahulu berkeliling negeri selama beberapa tahun untuk memantapkan kekuasaannya.


Pada 45 SM, Caesar akhirnya kembali ke Roma dan diangkat menjadi diktator seumur hidup, sekaligus menjadi akhir Republik Roma.


Sebagai satu-satunya penguasa Roma, Caesar meluncurkan program ambisius untuk melakukan reformasi di dalam kekaisarannya.


Salah satu hasil kerjanya yang masih bertahan hingga hari ini adalah penggunaan kalender Julian, yang mendapatkan penyesuaian dan modifikasi pada abad ke-16.


Dia juga berencana memperluas wilayah hingga ke wilayah tengah dan timur Eropa. Sayangnya, Caesar tak menyadari sekelompok politisi menginginkan kematiannya.


sekelompok konspirator yang meyakini kematian Caesar akan menghidupkan kembali Republik Roma.


Pada akhirnya


Caesar meninggal dunia pada 15 Maret 44 SM akibat ditusuk hingga mati oleh Marcus Junius Brutus dan beberapa senator Romawi. Aksi pembunuhan terhadapnya pada hari Idi Maret tersebut menjadi pemicu perang saudara kedua yang menjadi akhir Republik Romawi dan awal Kekaisaran Romawi di bawah kekuasaan cucu lelaki dan putra angkatnya yang bernama, Kaisar Augustus.
Kampanye militer Julius Caesar diketahui secara mendetil melalui tulisannya sendiri dan kumpulan Komentar (Commentarii), dan banyak dari kisah hidupnya yang direkam dalam catatab para sejarawan seperti Gaius Suetonius TranquillusMestrius Plutarch, dan Lucius Cassius Dio.

KRONOLOGI.


13 Juli 100 SM – Lahir di Roma




84 SM – Perkawinan pertama dengan Cornelia




82 SM – Lepas dari hukuman mati Sulla




81/79 SM – Jasa militer di Asia dan Cilicia; pertemuan dengan Nicomedes dari Bithynia




70-an – Berkarier sebagai advokat




69 SM – Quaestor (semacam bendahara) di Hispania Ulterior




65 SM – Curule aedile




63 SM – Dilantik pontifex maximus dan praetor urbanus; konspirasi Catilinaria, skandal Bona Dea dan oleh karena itu perceraikan Caesar dari Pompeia




59 SM – Jabatan konsul pertama; awal Triumviratus Pertama dengan Marcus Licinius Crassus dan Gnaeus Pompeius Magnus, Julia mengawini Pompey




54 SM – Kematian Julia




53 SM – Kematian Crassus: akhir Triumviratus Pertama








49 SM – Penyeberangan Rubicon, mulainya perang saudara




48 SM – Mengalahkan Pompeius di Yunani; menjadi diktator; jabatan konsul kedua




47 SM – Kampanye di Mesir; bertemu Cleopatra VII




46 SM – Mengalahkan Cato dan Metellus Scipio di Afrika Utara; jabatan konsul ketiga




45 SM –
Mengalahkan lawan terakhir di Hispania




Kembali ke Roma; menjabat konsul ketiga




44 SM –
dilantik menjadi diktator abadi




Februari, Menolak diadem yang ditawarkan Antonius




15 Maret, dibunuh oleh


 Marcus Iunius BrutusGaius Cassius Longinus dan orang-orang Romawi yang lain di rumah Senate

Komentar

loading...
loading...